crewsmostcorrupt – PP( 39) laki- laki asal Kediri Jawa Timur mantan karyawan Bank Jatim diamankan polisi terpaut permasalahan pemodalan bodong. Tidak tanggung- tanggung. PP mendapat duit menggapai Rp 15 miliyar dari pemodalan bodong yang beliau tawarkan ke kawan kerjanya. Keseluruhan terdapat 15 korban yang sukses ditipu energi oleh PP. Sedangkan itu di Kabupaten Penajam Jangka Utara( PPU), Kalimantan Timur, YT( 34) istri seseorang polisi diresmikan selaku terdakwa terpaut permasalahan pemodalan bodong serta arisan online. Keseluruhan terdapat 17 wanita yang memberi tahu YT ke polisi dengan keseluruhan kehilangan menggapai Rp 200 juta.

Modus pelaku ialah menjanjikan korban dengan sebutan duit besar lewat arisan online serta pemodalan sekali beri uang. Buat pemodalan, pelaku menjanjikan bunga 100 hingga 200 persen dalam durasi pendek. Dikutip dari pemberitaan Kompas. com, sampai 3 Juli 2020, Daulat Pelayanan Finansial menulis, ada 792 entitas pemodalan bawah tangan, 2. 588 fintech bawah tangan, serta 93 entitas agun bawah tangan. Badan Badan Komisioner Daulat Pelayanan Finansial( OJK) Aspek bimbingan serta Proteksi Pelanggan, Tirta Segara berkata, warga wajib senantiasa cermas kedatangan pemodalan bawah tangan ini. Saat sebelum pemodalan, warga dimohon buat membenarkan 2L ialah sah serta masuk akal.

Sedangkan itu Pimpinan Satgas Cermas Pemodalan OJK Tongam L Tobing berspekulasi kehilangan warga dampak pembohongan pemodalan bodong di Indonesia menggapai Rp 92 triliun sejauh 10 tahun terakhir. Beliau memeragakan aktivitas invetsasi bawah tangan yang amat mudarat warga antara lain program fintech bawah tangan menggunakan bunga serta fee yang amat besar, waktu durasi pinjaman pendek.

Desain ponzi ataupun piramida jadi tata cara yang sangat banyak dipakai dalam kelakuan pembohongan lewat penawaran pemodalan. Permasalahan pembohongan ini diketahui dengan pemodalan bodong sebab memakai desain ponzi. Desain ponzi ini terhitung kerap terjalin di Indonesia. Desain ini kerap diucap selaku gali lubang tutup lubang sebab profit yang diperoleh oleh seseorang penanam modal wajib ditutup oleh pemodalan orang lain ataupun member terkini. Berikut ini beberapa invesati bodong yang terjadi di Indonesia yang pernah menggemparkan rakyat Indonesia.

Deretan Investasi Bodong Yang Pernah Menghebohkan Rakyat Indonesia

1. Q-Net

Barisan Polres Lumajang lewat Regu Cobra melaksanakan penggeledahan di Kantor Qnet Jakarta di Sona Topas Menara Lantai 15, Jakarta Selatan, Selasa( 29 atau 10 atau 2019). Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran menarangkan, pengeledahan ini ialah pengembangan dari permasalahan PT Amoeba Global yang diprediksi melaksanakan pembohongan bertopeng bisinis Multi Tingkat Marketing( MLM) di area Lumajang, Jawa Timur.

Dalam penggeledahan hari ini, polisi menciptakan bangunan penyimpanan cakhra serta amezcua ilmu ukur. Tidak hanya itu, berkas- berkas yang terpaut dengan cara pelacakan.” Kita sita 3 karton. Isinya 94 buah tipe cakhra serta 77 buah tipe amezcua ilmu ukur,” ucap ia. Cakhra yang diartikan merupakan bagian kaca yang dikira selaku obat kesehatan. Produk itu ditawarkan pada korban selaku tameng buat berasosiasi dengan MLM yang diatur PT. Amoeba Global.

Beberapa barang itu, lanjut Hasran, diserahkan pada para badan yang akan berasosiasi. Syaratnya dengan menyetorkan duit Rp 10 juta. Bila telah berasosiasi, badan diharuskan buat mencari 2 badan lain buat turut bidang usaha itu, demikian juga berikutnya.” Jika tidak dipadati enggak bisa tambahan,” ucap ia. Sampai dikala ini, polisi sedang mengecek sebagian pegawai yang terdapat di dalam kantor. Tetapi grupnya belum dapat membenarkan siapa saja yang hendak dibawa ke kantor polisi buat pengecekan lebih lanjut

Tadinya, Polres Lumajang menguak permasalahan money permainan dengan metode memakai sistem desain limas( MLM). Metode ini dijalani dewan PT Amoeba International bernama MK( 48). Kapolres Lumajang AKBP Muh Arsal menarangkan, dari pengakuan MK, PT Amoeba berafiliasi dengan PT Q- Net selaku benih industri yang melaksanakan perdagangan desain limas.

Dalam sistem kerjanya, para member terkini diharuskan buat mencari 2 badan serta tiap badan terkini itu ditugaskan perihal yang serupa ialah merekrut badan terkini alhasil membuat sistem binari( limas), ialah masing masing kaki kanan serta kirinya hendak bertangkai lalu. Mereka dijanjikan tiap kelipatan 3 tiap- tiap kaki kiri serta kanan, hendak memperoleh 250 dolar AS apalagi dijanjikan hendak memperoleh Rp 11 miliyar dalam satu tahun bila bertugas dengan giat.

2. Pasangan suami istri di Jogja ditangkap karena telah merugikan sebanyak Rp 15,6 miliar

Pendamping suami istri, MW( 44) serta IF( 41), masyarakat Sleman, Wilayah Eksklusif Yogyakarta( DIY) diamankan polisi sebab diprediksi ikut serta dalam permasalahan pemodalan bodong dengan kehilangan menggapai Rp 15, 6 miliyar. Mereka diamankan di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Rabu( 29 atau 1 atau 2020). Pemodalan bodong ini terbongkar sehabis salah satu korban yang membuat informasi polisi di Polsek Depok Timur pada 12 Januari 2020.

Korban terkecoh pemodalan logistik gula sampai puntung sebesar Rp 804. 600. 000.” Duit itu buat pemodalan ataupun kerjasama logistik gula pasir. Akad awal mulanya korban ini dijanjikan profit Rp 350 per kilogramnya,” cakap Kabid Humas Polda DIY, Kombes Angket Yuliyanto dalam bertemu pers, Senin( 03 atau 02 atau 2020). Tidak hanya di Depok Timur, pendamping suami istri itu pula dikabarkan ke Polres Sleman serta Polda DIY. MW serta IF menawarkan kegiatan serupa pemasok buat penuhi keinginan sembako serta gula di suatu penginapan.

Profit yang ditawarkan bisa menggapai 12 persen dari jumlah pemodalan.” Pola yang dipakai, ia mengutip pelanggan yang satu buat membagikan profit pada yang lain,” bebernya.

Baca Juga : Sederet Fakta Seputar Larangan Melakukan Mudik 2021

3. investasi bodong sapi yang berada di Jambi dengan kerugian Rp 156 miliar

Masyarakat Kabupaten Muarojambi bernama samaran AH( 36) serta AS( 25) dibekuk oleh Polda Jambi, Sabtu( 28 atau 3 atau 2020) terpaut permasalahan pemodalan bodong bertopeng paket susu memerah memeras. Pelaku melaksanakan pembohongan kepada 2. 479 orang dengan totak kehilangan lebih dari Rp 156 miliyar. Para korban berterus terang melaksanakan pemodalan di CV NA Aman serta selaku kawan kerja kegiatan, mereka tidak memperoleh profit cocok yang dijanjikan pelaku.

AH merupakan Dorektur CV NA Aman serta AS merupakan delegasi direkturnya. Dari pemodalan bodong yang dijalankannya tersebt, AH memperoleh pendapatan ataupun profit sebesar Rp 50 juta sebulan. Korban pemodalan yang berjalan sepanjang 3 tahun ini menggapai nyaris 3 ribu orang.

CV NA Aman, sesungguhnya mempunyai permisi sah. Tetapi mereka melaksanakan beberapa pembohongan dengan bertopeng pemodalan lembu memerah memeras.” Jadi ini perusahaannya memanglah komplit seluruh tetapi penerapan usahanya yang delusif. Yang namanya lembu( yang dijanjikan) itu memanglah serupa sekali tidak terdapat,” tutur Kapolda Jambi Irjen Angket Sabda Shantyabudi.

4. Kasus MeMiles

Beberapa badan aplikasi fasilitator promosi yang belum lama dituding selaku pemodalan bodong, Memiles, melantingkan klaim sepihak yang menyangkal asumsi polisi itu. Ketua anggota komunitas Memiles di Indiana menyatakan bahwa mereka tidak pernah berinvestasi, tetapi mengisi ulang atau mengisi ulang setidaknya Rp 50.000 dalam aplikasi mereka. Setelah diisi ulang, Anda akan mendapatkan hadiah. Intan mengatakan pada jumpa pers pembentukan komunitas yang diadakan di Hotel Sahid Jaya Jakarta Pusat, Jumat (10/1/1), “Memiles adalah aplikasi periklanan yang dapat digunakan untuk mengisi ulang iklan dan membeli ruang iklan.” 2020).

Dalam waktu 21 hingga 180 hari setelah menempatkan ruang iklan, anggota Memiles akan menerima berbagai hadiah seperti ponsel, sepeda motor, mobil, atau tas kado Umroh. Yingtan berkata: “Hadiah dipilih oleh promotor, apakah itu pendidikan atau kesehatan. Untuk pendidikan, anak-anak mereka bisa membantu mereka mencapai S2.”

Sebab itu, Intan tidak dapat Memiles dituduh selaku pemodalan bodong. Beliau memohon aplikasi Memiles yang saat ini telah tidak lagi dapat diakses, bisa diaktifkan.” Kita bukan korban, kita memerlukan Memiles lagi. Aktifkan kembali. Kita mempunyai kegiatan serupa yang bagus,” klaimnya.

Tadinya, Direktorat Reserse Pidana Spesial Polda Jawa Timur menguak permasalahan pemodalan bawah tangan dengan omzet miliaran rupiah. Dalam kurun durasi 8 bulan, profit yang diterima dari korban menggapai Rp 750 miliyar. Kekinian, polisi sudah memutuskan 2 terdakwa serta telah ditahan, ialah KTM( 47 tahun), masyarakat Jalur Kintamani Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara; serta FS( 52), masyarakat Gang Langgar, Dusun Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. ” Terdakwa sempat ikut serta permasalahan serupa tahun 2015 di Polda Metro Berhasil,” tutur Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, Jumat( 3 atau 1 atau 2020) di Mapolda Jatim.

Baca Juga : Pembunuh Paling Sadis Sepanjang Sejarah Yang Memiliki Usia Muda

5. Kasus First Travel

Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan First Travel karena diduga menggunakan sistem Ponzi untuk merugikan masyarakat. Selain itu, Kementerian Agama juga mencabut izin usaha perseroan. First Travel mengirimkan jamaah haji kaya pertama bagi yang mendaftar nanti. Kasus tersebut telah berlangsung sejak 2017. Selama kurun waktu tertentu, jemaah untuk perjalanan pertama berkurang. Akibatnya, uang yang dihabiskan untuk sidang baru tidak cukup untuk membiayai sidang sebelumnya.

6. Tersangka Istri Polisi Kaltim

Istri (34) anggota polisi di Kelurahan Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim, YT Kaltim, teridentifikasi sebagai kasus penipuan investasi dan arisan online. Dalam operasi tersebut, pelaku membujuk puluhan ibu untuk berinvestasi dengan penuh minat. Dian Kusnawan, Kepala Bagian Reserse Kriminal Polsek PPU Iptu, dihubungi Kompas.com pada Minggu (25/10/25) dan mengatakan: “Pelaku berjanji akan melakukan investasi besar dan mengadakan temu sosial online, tapi semua mereka fiktif. “.

Sebanyak 17 wanita melaporkan informasi tentang zat beracun dan investasi curang kepada polisi PPU. Dalam 17 laporan tersebut, setiap korban menunjukkan bukti setoran dalam jumlah yang berbeda-beda. Dia menjelaskan: “Total kerugian semua jurnalis kira-kira Rp 200 juta.”

Modus pelaku ialah menjanjikan korban dengan sebutan duit besar lewat arisan online serta pemodalan sekali beri uang. Buat pemodalan, pelaku menjanjikan bunga 100 hingga 200 persen dalam durasi pendek. Buat memastikan korban, pelakunmemublikasikan nama- nama badan yang dananya sudah dicairkan lewat alat sosial Facebook alhasil terkesan tembus pandang. Prkatik itu telah dijalani pelaku semenjak 2019 kemudian.